Popok Bayi Murah

Pada jaman sekarang ini popok sekali pakai untuk bayi sangat lah popular , karena sangat praktis untuk digunakan. Berbagai merk popok sekali pakai beredar di pasaran. Untuk itu para bunda harus cermat memilih popok anak sekali pakai, pilihlah yang sesuai dan cocok untuk anak anda mulai dari segi kualitas dan harga. Dalam memilih popok sekali pakai biasanya kita dapat memilih melalui situs web distributor popok seperti Kanlaku, harga popok pun beragam biasanya mulai dari kurang lebih Rp 1500,- sampai Rp 2000,- per pcs. Maka dari itu bunda dapat memilih popok melalui situs web distributor Kanlaku yang sudah tersedia, untuk memudahkan bunda mencari dan membeli popok yang cocok untuk si buah hati .Pemilihan dan penggunaan popok bayi boleh dibilang merupakan salah satu topik yang akan selalu hangat untuk dibahas oleh orangtua. Kain atau popok sekali pakai? Bahan apa yang terbaik? Kapan harus diganti? Mengapa timbul ruam popok? Dan masih banyak lagi. Untuk menjawabnya, berikut akan kami bahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui tentang popok bayi.  

Untuk itu mari kita ulas kelebihan memakai popok sekali pakai dan cara memilih bahan yang tepat serta cara pemakaian dan pergantian popok.


Popok bayi sekali pakai menjadi pilihan banyak orang tua karena dirasa lebih praktis dan mudah untuk digunakan. Popok ini juga mengandung gel peresap cairan yang sanggup menahan cairan lebih banyak sehingga tidak perlu sering diganti dan tidak mudah bocor. Gel peresap juga membuat kulit bayi tetap kering dan tidak basah sehingga anak Anda tetap merasa nyaman. Beberapa popok sekali pakai juga dibuat dengan bahan yang memungkinkan adanya aliran udara ke kulit anak. Untuk itu bunda harus memilih bahan yang tepat agar anak tidak mudah terkena ruam popok. Berikut ulasan memilih bahan yang tepat.


Jenis popok yang paling banyak beredar di pasaran adalah popok kain dan popok sekali pakai. Popok yang ideal, entah apapun bahannya, harus dapat menjaga kestabilan pH, dan keringnya kulit serta mencegah terjadinya ruam. Untuk menopang fungsi tersebut, popok umumnya disusun menjadi 3 lapisan yaitu lapisan dalam, lapisan inti yang mengandung bahan absorben, dan lapisan luar.

Pada popok sekali pakai, lapisan dalam umumnya berpori untuk mengurangi gesekan kulit dan ditambah dengan formula khusus, seperti zinc oxide, aloe vera dan petroleum untuk menjaga agar kulit tetap kering. Bahan absorben lapisan inti yang paling sering digunakan adalah selulosa dan absorbent gelling material (AGM) atau superabsorbent, yang terbuat dari sodium poliakrilat. AGM memiliki keunggulan dapat memisahkan cairan urin dari feses dengan cepat, menahan cairan di matriksnya, dan menjaga kestabilan pH. Lapisan luar popok sekali pakai umumnya bersifat kedap air, tetapi dapat juga terbuat dari bahan yang berpori. Untuk menghindari ruam pada popok sekali pakai, tentunya, perawatan dan waktu penggantian yang tepat memegang peranan yang penting dalam penggunaan popok untuk si kecil. Berikut tips pemakaian dan penggaantian popok untuk si kecil.


Sebelum mengganti popok, perlu diingat bahwa beberapa bayi cenderung untuk langsung berkemih ketika popoknya dibuka dan terpapar udara. Oleh karena itu, usahakan agar tubuh si kecil tetap tertutup semaksimal mungkin, sehingga Anda dapat menghindari tercecernya air kemih yang tidak perlu.  

Sebelum membuka popok yang kotor, siapkan popok yang baru di bawahnya. Setelah membuka popok kotor, usap pantat bayi dengan bagian depan dan dalam popok, lalu geser posisinya ke bawah pantat bayi. Hal ini sekaligus dapat menjaga agar popok yang bersih tidak terkena kotoran. Setelah itu, bersihkan anus bayi dan daerah kemaluan dengan lap bersih atau tisu basah yang tidak mengandung pewangi dan alkohol. Jangan lupa keringkan untuk mencegah pertumbuhan kuman. Buang popok dan tisu kotor, lalu pakaikan popok baru yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Pastikan bahwa popok yang dipakaikan cukup rapat sehingga tidak terjadi kebocoran, tetapi juga tidak terlalu ketat untuk menghidari terjadinya ruam popok.

Penting untuk diingat bahwa popok harus selalu diganti setiap selesai berkemih atau buang air besar. Bila menggunakan bahan AGM, gantilah sesering mungkin, sekitar 2-3 jam sekali. Untuk menentukan perlu tidaknya penggantian popok, Anda dapat menggunakan sistem alarm, yaitu dengan melihat perubahan warna pada popok bila terkena urin.

Pada bayi baru lahir dengan tali pusat yang belum lepas, pastikan bahwa popok tidak mengenai bagian tersebut untuk menghindari pajanan urin dan feses. Bagian ini perlu dijaga agar terpapar udara sesering mungkin.


Ruam popok merupakan suatu keadaan iritasi pada kulit yang tertutup popok. Faktor penyebabnya sangat beragam, mulai dari faktor mekanik, kimia, dan infeksi jamur. Pemakaian popok yang ketat dan bahan yang tidak tepat dapat meningkatkan gesekan terhadap kulit dan mencetuskan ruam. Selain itu, pajanan urin dan feses dapat menyebabkan kulit basah dan mempermudah masuknya bahan iritan yang terkandung di dalamnya. pH urin yang bersifat basa turut memperburuk iritasi yang timbul. Hal ini juga mempermudah infeksi jamur Candida albicans berkembang dan menimbulkan ruam yang lebih berat.  

Ruam popok dapat terjadi akibat infeksi jamur atau bakteri, popok basah atau kotor yang tetap dipakai, gesekan antara kulit dengan popok, atau reaksi alergi terhadap popok. Karena itu, ruam popok dapat dicegah dan diatasi dengan segera mengganti popok ketika basah atau kotor, membersihkan kulit Si Kecil dengan air dan kain bersih, serta mengoleskan krim atau salep sebelum Si Kecil dipakaikan popok. Selain itu, Bunda atau Ayah jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok.

Sensitivitas kulit bayi dan kulit orang dewasa berbeda. Maka dari itu Bunda dan Ayah perlu memberi perhatian khusus jika ingin membeli popok bayi. Pilih popok bayi yang jenis, bahan dan ukurannya sesuai dengan Si Kecil, agar dia tetap merasa nyaman dan kesehatannya terjaga.

Cara untuk menghindari kondisi ini sebenarnya cukup mudah. Selain memperhatikan pemilihan dan pemakaian popok seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, Anda juga perlu menjaga agar kulit daerah popok selalu bersih dan kering. Bersihkan juga daerah kelamin dengan air hangat dan sabun bayi saat mandi. Setelah itu, jangan lupa mengaplikasikan krim khusus untuk melindungi dari terjadinya kerusakan kulit akibat gesekan dan kelembaban yang berlebihan.


Jika Anda lebih menyukai popok bayi sekali pakai untuk anak, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Jika ada tanda karet di sekitar pangkal paha dan pinggang anak, ini mungkin karena popok terlalu ketat. Longgarkan atau beli popok dengan ukuran yang lebih besar.
  • Jika ada ruam di sekitar selangkangan dan pinggang, ganti merek popok yang dipakai. Mungkin Si Kecil sensitif terhadap bahan yang dipakai merek-merek
  • Selalu cuci tangan setelah mengganti popok anak untuk mencegah penyebaran kuman.
  • Tempat sampah harus dikosongkan secara teratur (sekitar sekali sehari) untuk mencegah kemunculan aroma tidak sedap dan pertumbuhan .

Dari ulasan di atas bunda dapat memilah popok sekali pakai, sebaik nya bunda selalu cermat juga dalam membeli popok sehingga mendapat harga yang terjangkau dan produk original. Maka dari itu kami sarankan bunda untuk membeli nya di distributor terpercaya seperti kanlaku.com. selamat berbelanja bunda .

0 Shares: